Halloween party ideas 2015

GANLOP.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan R.A. Anita Noeringhati mengingatkan warga perlu meningkatkan disiplin penggunaan masker berkualitas dalam menghindari virus covid-19. Meskipun Sumsel sudah memulai vaksinasi Sinovac seminggu terakhir ini, namun peningkatan insiden kasus positif masih membayangi provinsi ini.

Anita menyampaikan pesan soal pentingnya aspek pencegahan dalam kesempatan distribusi 5 juta masker medis di 20 wilayah Indonesia, yang saat ini sedang menyambangi wilayahnya. Peluncuran misi kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Kantor Staf Presiden (KSP), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Aice Group dilaksanakan di Gedung Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel, Kota Palembang pada Selasa (26/1/2021) sore.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan atas terus meningkatnya status positif covid-19. Korelasi kepadatan, mobilitas penduduk dan kedisiplinan dalam melakukan physical distancing berkorelasi sangat tinggi dengan kondisi penularan ini. Kami dari DPRD dan Pemprov Sumsel mengapresiasi misi bagi masker medis yang dilakukan ke masyarakat rentan penularan di kalangan grassroot. Mudah-mudahan ini akan menahan laju penularan virus,” kata Anita.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemprov Sumsel telah mendistribusikan hampir 60 ribu dosis vaksin ke unsur tenaga kesehatan (nakes) dan unsur pejabat publik di berbagai wilayahnya. Tinggal tersisa sekitar 24 ribu dosis yang akan kembali didistribusikan dalam tahap pertama vaksinasi ini.

Pihak Pemprov Sumsel sendiri melalui Sekretaris Daerah Nasrun Umar ikut menegaskan tentang pentingnya penggunaan masker berkualitas dan pelaksanaan Protokol Kesehatan 3M dalam menghindarkan diri, keluarga dan masyarakat sekitar dari penularan virus berbahaya ini.

“Prokes 3M sudah menjadi keniscayaan bagi kita semua di masa pandemi ini. Wajib hukumnya bagi kita semua untuk menjaga diri kita, keluarga terdekat dan masyarakat sekitar dari resiko penularan virus mematikan ini,” jelas Nasrun.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas juga menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya insiden kasus positif covid-19 di Sumatera Selatan. Menurutnya, masih tingginya aktivitas ekonomi dan sosial di Sumsel menyumbang probabilitas penularan.

Berbeda dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan adanya pembatasan waktu aktivitas Pulau Jawa dan Bali, Sumsel masih menjalankan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Giri mengajak semua pihak kompak menjalankan sinergi proses pencegahan lewat Prokes yang ketat dengan langkah pemulihan ekonomi di masyarakat Sumsel. Langkah GP Ansor dan Aice Group dalam menghimpun para pemangku kepentingan dalam membagikan masker medis Aice-SHIELD ke masyarakat bawah yang rentan tertular dan berdaya beli rendah akan melahirkan efektivitas dalam melawan virus berbahaya ini.

"Penggunaan Masker medis berkualitas adalah jawaban atas kompleksitas kegiatan ekonomi masyarakat yang tinggi mobilitas dan persinggungan fisik. Konsekuensi dari pelaksanaan ekonomi kerakyatan adalah bagaimana kita secara kolektif mengurangi transmisi virus mematikan di masyarakat luas itu sendiri. Terlebih lagi kita punya komposisi sektor informal yang besar dalam ekonomi kita,” jelas pria yang juga berlatar belakang ekonom ini.

Senada dengan legislatif dan eksekutif Sumsel, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana mengatakan bahwa perusahaannya telah sepakat bersama KSP dan GP Ansor dalam mengupayakan program persistens dalam melawan virus covid-19 di Indonesia.

Aice menilai setidaknya ada dua kunci sukses keberhasilan yang saling mempengaruhi dalam upaya tersebut. Menurutnya, imunitas masyarakat suatu daerah dalam melawan virus korona sangat ditentukan oleh adanya integrasi kepemimpinan yang tegas dengan partisipasi tinggi masyarakat menjalankan Prokes.

Sylvana mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan menghindari kondisi perburukan pandemi yang sudah terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa. Keterlambatan upaya pencegahan akan bisa berlanjut dalam kondisi penuhnya rumah sakit. Tentunya hal ini akan secara massif meningkatkan angka pengidap dan kematian pasien.

“Keterbatasan fasilitas rumah sakit dan tingginya jumlah kematian Dokter dan Nakes yang cukup tinggi harus kita waspadai. Kita perlu bersama-sama dengan sekuat tenaga membatasi penularan. Aice Group berharap misi kemanusiaan 5 juta masker medis ini akan memperkuat langkah vaksinasi yang sedang berjalan. Mudah-mudahan 2021 akan menjadi tahun terakhir pandemi untuk bangsa kita,” harap Sylvana.

Penguatan Nakes dan Masyarakat Rentan Korona

Dalam peluncuran distribusi 150 ribu masker Aice-SHIELD ini, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sumatera Selatan Ahmad Zarkasih mengatakan bahwa misi kemanusiaan organisasinya bersama produsen es krim nasional Aice adalah gerakan lintas kelompok masyarakat. GP Ansor, Aice dan KSP melibatkan semua elemen masyarakat dari semua suku, agama maupun kelompok profesi di Sumsel.

Menurutnya, misi kemanusiaan yang telah berjalan sejak April saat pandemi baru melanda Indonesia menempatkan diri di garda depan yang riil memperkuat titik terlemah infrastruktur dalam melawan virus jahat ini. Kelompok masyarakat paling rentan tertular menjadi titik fokus utamanya.

GP Ansor, Aice dan kalangan dokter dan Nakes sudah melakukan banyak langkah perbaikan sejak awal pandemi di Indonesia. Pada April tahun lalu, Aice dan GP Ansor mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) yang kala itu sangat langka di kalangan Nakes. Ansor dan Aice Group masuk ke belasan rumah sakit di wilayah Jabodetabek, Rembang dan Wisma Atlet untuk mengantarkan APD dan sejuta es krim untuk Nakes.

Saat itu, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang belum lama masuk Kabinet sebagai Menteri Agama mengatakan bahwa Ansor akan berada di garda depan dalam memperbaiki kondisi negeri saat pandemi ini. Pria yang kerap dipanggil Gus Yaqut ini memerintahkan Ansor dan Banser untuk memperkuat perlindungan keselamatan nyawa Nakes dengan APD yang lengkap.

Selain itu, sejuta es krim Aice juga didistribusikan GP Ansor dan Aice ke kalangan dokter dan Nakes. Ia meyakini es krim akan menimbulkan keceriaan di kalangan Nakes yang sudah lelah jiwa dan raganya saat awal pandemi tersebut.

Zarkasih menjelaskan bahwa GP Ansor Sumsel akan memfokuskan 150 ribu masker medis SHIELD kali ini untuk memperkuat pertahanan diri beberapa kalangan masyarakat yang paling rentan tertular virus. Profesi penggali kubur, petugas sampah, Pedagang Kaki Lima, Ojek Online, santri, guru, dan kyai menjadi beberapa kalangan yang akan didahulukan menerima cukup masker medis berkualitas ini.

“Masker medis ini adalah ikhtiar kuat kami bersama banyak pihak dalam melawan virus ini.

Ikhtiar kita membangun ketangguhan bangsa di jaman pandemi. Insya Allah dengan koalisi bersama yang konkrit, kita bisa saling mawas diri dan saling memperkuat. Insya Allah bangsa ini akan makin kuat dan rekat dalam menjalani cobaan, Amin,” harap Zarkasih.

Total 20 Juta Masker Medis Diproduksi Aice untuk Misi Kemanusiaan

Masker medis Aice-SHIELD diklaim Aice dan GP Ansor telah memiliki spesifikasi dan kualitas sangat baik. Masker medis berbahan kualitas tinggi hanya diproduksi oleh Aice Group untuk kepentingan non komersial. Dalam keterangan lisan dan di kemasannya, masker medis SHIELD telah memiliki sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Selain 5 juta masker medis yang didistribusikan ke kalangan masyarakat luas di 20 kabupaten dan kota, Aice juga membagikan 15 juta masker lainnya ke masyarakat lewat jaringan penjual es krim Aice di masyarakat.

Saat ditanyai media tentang penggerakan distribusinya, Sylvana menjelaskan pada saat ini Aice telah memiliki lebih dari 250 ribu jaringan warung atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjual es krim produksinya. Produsen es krim yang dikenal dekat dengan masyarakat berbagai kalangan dan memiliki harga terjangkau oleh semua level masyarakat ini memiliki jaringan pemasar yang kuat di masyarakat.

Hal ini menjadikan pemasar warung tradisional yang ada di seantero Nusantara membuat edukasi pencegahan korona menjadi lebih efektif dan mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat bawah.

Produsen es krim yang berpabrik di Mojokerto, Bekasi dan yang segera beroperasi di Sumatera Utara ini, mengatakan 100 persen masker ini diproduksi di dalam negeri. Sejak awal pandemi, Aice telah mampu memproduksi sendiri SHIELD di pabrik Aice Mojokerto.

Sylvana mengatakan bahwa gerakan pentahelix melibatkan semua anak bangsa yang peduli atas cobaan yang sedang dialami semua pihak.

Misi kemanusiaan GP Ansor dan produsen es krim Aice ini sendiri merupakan aksi bersama Pemerintah Pusat melalui KSP dan berbagai Pemerintah Daerah dengan mengedepankan peranan komunitas masyarakat.

Yang menarik, gerakan ini menitikberatkan peran dari organisasi dan tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta, serta komunikasi yang efektif melalui media massa.

“Aice bersama dengan banyak stakeholder di 20 kota sedang mendistribusikan 5 juta masker ini. Kami terus bergerak bersama dan tidak akan menyerah melawan covid. Kuantitas yang cukup dan edukasi disiplin penggunaan masker berkualitas, ditambahi dukungan dan kearifan lokal dari para tokoh agama dan budaya menjadi kunci gerakan kita bersama ini,” kata Sylvana.

Terakhir, Sylvana menjelaskan bahwa gerakan masker ini didasari niat kuat banyak pihak yang ingin menghindarkan masyarakat dari bahaya droplet mengandung virus. Terutama saat aktivitas sosial dan ekonomi yang makin meningkat saat ini. Droplet bervirus ini dapat muncul di dalam batuk, bersin dan cairan yang muncul dalam kegiatan percakapan berjarak dekat.

“Aice memproduksi masker medis dalam jumlah sangat besar untuk menekan penularan virus di masyarakat. Visi kemanusiaan akan selalu menjadi bagian dari proses bisnis Aice. Bukan hanya memberikan keceriaan lewat es krim yang berkandungan baik seperti Aice Susu Telur, misalnya, tapi juga dengan aktivitas riil ratusan ribu UMKM penjual Aice membagikan kebaikan dalam jutaan masker medis Shield ini,” tutup Sylvana.

Diberdayakan oleh Blogger.