Halloween party ideas 2015

JAKARTA, GANLOP.COM - Memperingati Singles Day (11/11) mendatang, Perusahaan kencan terbesar pertama di Asia, Lunch Actually, merilis hasil Annual Singles Dating Survey 2020 yang melibatkan lebih dari 3.500 singles di Indonesia, Singapura, Malaysia, Hongkong, Thailand. Hasil survei ini menyampaikan temuan seputar dampak pandemi Covid-19 terhadap para singles dalam menentukan cara berkencan, perubahan pola pikir maupun ekspektasi mereka terhadap potensi teman kencan hingga temuan akan masa depan berkencan.

“Sepanjang tahun ini, banyak sekali hal-hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian besar singles di negara yang kami survei, mereka telah mematuhi berbagai perintah pembatasan mobilisasi yang mencegah mereka untuk berkencan dan bertemu orang baru. Namun, hasil survei kami juga menunjukkan bahwa pandemi telah meningkatkan keinginan mereka dalam menemukan cinta karena kondisi ini membuat mereka menyadari pentingnya memiliki pasangan dalam hidup,” kata Violet Lim, CEO dan Co-Founder Lunch Actually Group. “Akibatnya, perilaku dan ekspektasi mereka pun berubah.”

Adapun perubahan yang terjadi dalam berkencan selama pandemi antara lain, 23% singles di Indonesia merasa semakin masifnya profil palsu yang beredar di aplikasi kencan. Selain itu, 1 dari 2 singles juga pernah bertemu atau mengalami kasus scamming. Meskipun kasus ini selalu ada, bahkan sebelum pandemi, nyatanya penggunaan aplikasi kencan terus meningkat dengan 44% singles yang menyatakan pertama kali menggunakan aplikasi kencan di tahun ini.

Tren baru lain yang muncul adalah lazimnya metode berkencan secara virtual (via video call). Para singles setuju bahwa virtual dating atau video dating adalah alternatif bagus untuk berkencan di masa depan. Hal ini diperkuat dengan 56% singles yang menyatakan mereka telah mencoba video dating dan bersedia untuk melakukan kencan melalui metode tersebut.

Menanggapi pertanyaan mengenai apa yang disukai dari video dating, 57% pria mengatakan video dating merupakan pengalaman baru dan menyenangkan bagi mereka dan teman kencan mereka, sementara wanita lebih menyukai video dating dengan alasan efisiensi dan dapat menghemat waktu untuk perjalanan (59%), hingga sebagai fungsi filter yang membantu mereka dalam memilih orang-orang yang ingin mereka temui dalam kehidupan nyata (51%).

Annual Singles Dating Survey 2020 mengungkapkan setidaknya 72% singles di Indonesia setuju untuk melakukan video dating lebih dari satu kali.

“Terlepas dari tantangan berkencan yang muncul karena pandemi, Lunch Actually juga menyadari fenomena ini menciptakan peluang atau alternatif baru yang pada akhirnya membantu singles dalam mencari pasangan, seperti video dating. Alternatif ini mungkin tidak bisa menggantikan kencan tatap muka namun dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, mampu memperkuat posisi video dating sebagai sebuah babak baru dalam hubungan berpacaran sehingga memungkinkan singles menghemat waktu dan mengenal satu sama lain secara lebih baik sebelum menghabiskan lebih banyak waktu untuk bertemu secara langsung, tanpa memperhitungkan jarak,” ungkap Violet.

Rebeka Pinaima, M.Psi., selaku Psikolog Klinis Dewasa, Co-Founder @cintasetara dan @helloaramsa menjelaskan temuan yang menarik yang dialami para kliennya mengenai berkencan selama masa pandemi adalah tingginya kebutuhan untuk menjalin komunikasi yang berkualitas seperti percakapan mendalam dan bukan sekadar small talk dengan teman kencan onlinenya.

“Ketika para singles tidak lagi memiliki kemewahan untuk berkencan secara offline, ‘penampilan’ teman kencan online pun bukan menjadi prioritas utama namun bergeser pada bagaimana seseorang bisa merasa nyaman dan nyambung membicarakan berbagai topik. Dengan kata lain, companionship menjadi hal sangat penting ketika orang merindukan dan menginginkan untuk merasa terhubung secara emosional dengan orang lain dibandingkan hanya secara fisik maupun ketertarikan seksual,” ujar Rebeka.

Tren berkencan 2020 mendorong Lunch Actually menghadirkan aplikasi kencan Berdasarkan hasil survei, 59% singles mengungkapkan aplikasi kencan masih menjadi salah satu medium paling diminati dan nyaman digunakan bagi singles untuk bertemu calon teman kencan meskipun di saat yang sama, hasil survei juga menunjukkan adanya peningkatan kasus scamming dalam platform tersebut.

“Inilah alasan yang mendorong kami untuk merilis aplikasi Lunch Actually. Aplikasi ini memadukan kemudahan akses seperti aplikasi kencan namun dengan verifikasi manual yang menjamin singles tidak perlu terjebak atau bertemu scammers. Semua profil singles di Lunch Actually Apps adalah pekerja profesional dan sudah terverifikasi oleh dating consultant kami sehingga menawarkan pengalaman berkencan yang lebih aman dan efisien,” jelas Violet

Lunch Actually Apps mengharuskan semua klien potensial untuk melakukan konsultasi 1-1, baik secara tatap muka atau via video call, agar konsultan lebih memahami profil mereka dengan baik dan memverifikasi identitas di setiap profil. Selama pandemi, Lunch Actually telah berhasil beralih ke konsultasi virtual, kencan virtual, acara kencan kilat virtual, dan bahkan sesi pelatihan virtual dengan memanfaatkan teknologi.

Konsultasi virtual ini memungkinkan para konsultan untuk tetap melakukan proses verifikasi yang ketat bagi setiap calon anggota dengan cara yang nyaman dan efektif. Aplikasi ini juga memungkinkan klien untuk menjadwalkan janji dengan konsultan, melihat profil calon kencan yang dipilih sendiri, mengatur kencan, mengirimkan umpan balik (feedback) terkait kencan mereka, dan secara real-time berkonsultasi dengan konsultan dan coach.

Tidak hanya itu, Lunch Actually Apps juga memberikan efisiensi waktu bagi konsultan dengan memanfaatkan teknologi, guna mendukung mereka lebih memfokuskan waktu pada pelayanan klien seperti memilih match yang cocok, memberikan saran kencan dan membimbing klien dalam perjalanan kisah mereka, tanpa harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan berulang – mengirim surel dengan klien tentang calon kencan mereka, mengatur kencan dan mengirimkan umpan balik.

Violet melanjutkan, “Melihat besarnya peluang kencan virtual dan bagaimana lebih banyak singles yang menerima ide tersebut, aplikasi juga akan memungkinkan singles untuk melakukan video call dengan dating coach mereka atau sebagai platform untuk kencan virtual dengan pasangan mereka secara lancar hanya melalui satu aplikasi,” lanjut Violet.

“Saat ini kami terus berupaya memenuhi ambisi besar kami atau yang kami sebut sebagai Big Hairy Audacious Goal untuk menciptakan 1 juta pernikahan yang bahagia. Kami percaya dengan hadirnya Lunch Actually Apps maka kami pun dapat meningkatkan dan menjangkau lebih banyak singles di Indonesia untuk membantu mereka menemukan kebahagian mereka, dengan lebih cepat,” tutup Violet. 

Diberdayakan oleh Blogger.