Halloween party ideas 2015


GANLOP.COM – Selama pandemi Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir, membuat pergerakan ekonomi di berbagai lini industri lumpuh. Adanya himbauan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah daerah membuat masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah. Hal ini mengubah kebiasaan banyak masyarakat yang harus menyesuaikan aktivitasnya di dalam rumah. Maka dari itu tempat tinggal dan hunian nyaman menjadi peranan yang penting saat ini.


Meskipun perekononomian Indonesia masih stagnan, namun geliat bisnis properti yang mulai menunjukkan tren positif. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan menurunkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen pada bulan Juli ini. Keputusan BI menggunting suku bunga ini berdampak positif untuk sektor properti karena masyarakat berkesempatan dapat membeli rumah dengan suku bunga yang lebih rendah. Kondisi ini menjadi momentum menarik untuk memiliki hunian tempat tinggal milik sendiri ataupun sebagai investasi di bidang properti mengingat sektor ini bisa menjadi investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang.

Berangkat dari hal tersebut, Dyandra Promosindo bekerjasama dengan Real Estate Indonesia (REI) dan Rumah.com akan menyelenggarakan pameran Property Weekend Fiesta (PWF) yang akan dilaksanakan pada 2-4 Oktober di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. PWF merupakan pameran properti hibrida pertama yang menggabungkan event online dan offline dengan berkonsep festival dan terintegrasi dengan event Dyandra lainnya sehingga diharapkan dapat memperluas jangkauan akses kepada calon konsumen potensial.

Pameran properti ini akan berkolaborasi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan, asosiasi sebagai wadah para pelaku usaha, dan Badan Usaha Milik Daerah sebagai instrumen untuk menstimulasi pergerakan perekonomian. PWF menargetkan akan diikuti 150 developer ternama di Indonesia dan menyajikan lebih dari 1.000 properti yang tersebar di seluruh Indonesia. Selama berlangsungnya pameran PWF 2020, pihak penyelenggara akan tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah mulai dari pengecekan suhu sebelum masuk ke area pameran, physical distancing, cashless payment, dan lain-lain.

“Kami menghadirkan pameran ini untuk membantu masyarakat menemukan rumah idamannya. Dengan berbagai promo menarik, pameran ini akan menghadirkan ratusan developer yang menampilkan proyek-proyek terbaik mereka. Selain itu agar pameran berjalan dengan aman dan nyaman, kami akan tetap mengutamakan faktor keamanan, kenyamanan dan kesehatan selama pameran diselenggarakan sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” tutur Michael Bayu A. Sumarijanto selaku Direktur Dyandra Promosindo.

Lebih lanjut Bayu juga menjelaskan, “konsep hibrida pada pameran PWF ini salah satunya melalui program virtual booth yang ditawarkan kepada exhibitor untuk pameran PWF online expo. Jadi, parallel PWF akan ada offline dan online event pada waktu yang bersamaan. Online exponya berlangsung selama 2 minggu, yaitu tanggal 28 September – 11 Oktober 2020. Di acara ini pengunjung juga dapat berinteraksi dengan para developer untuk mendapatkan property terbaiknya dengan promo yang berlangsung hanya selama PWF berlangsung. Selain itu, pameran offline yang akan berlangsung selama 3 hari juga akan live stream di website PWF” terang Bayu pada Dyandra Talks hari ini.

PWF merupakan bagian dari event Dyandra New Adventure (DNA). Sebuah event terbaru dari Dyandra Promosindo. Event yang merupakan gabungan dari beberapa pameran dan berbagai industri yang diselenggarakan dalam waktu dan tempat yang sama. Event-event yang akan diselenggarakan bersamaan dengan PWF diantaranya adalah Black Market Week, CREATE By IFEX, IIMS Motobike Show, dan Infinite: Live!. Kehadiran DNA ini diharapkan menjadi cikal bakal kebangkitan industri MICE tanah air dalam era kenormalan baru dan menjadi acuan pameran lainnya dengan tetap memperhatikan faktor keamanan, kenyamanan dan kesehatan bagi seluruh element yang terlibat di pameran. Untuk info lebih lanjut mengenai PWF dan DNA dapat dilihat melalui Instagram @propertyweekendfiesta.id dan @dyandranewadventure.

Diskusi Peluang Investasi Properti Pada Masa Pandemi di Dyandra Talks
Pada hari ini, Dyandra Promosindo mengadakan Dyandra Talks: Property Weekend Fiesta (PWF) dengan menghadirkan narasumber Michael Bayu A. Sumarijanto selaku Direktur Dyandra Promosindo, Paulus Totok Lusida selaku Ketua Umum DPP REI bersama Ikang Fawzi selaku Wakil Ketua Umum DPP REI. Acara ini mengupas tuntas bagaimana peluang berinvestasi properti di masa pandemi. Acara ini diikuti oleh developer, potential visitor dan media. Acara bincang-bincang ini diharapkan dapat menjadi gambaran terkini dan pengetahuan mengenai berinvestasi properti untuk jangka panjang.

Totok menjelaskan bagaimana tren perkembangan industri properti di masa pandemi, “Di tengah kondisi sektor properti yang sedang terpuruk karena wabah corona, ternyata antusiasme masyarakat untuk memiliki rumah masih tinggi terutama untuk rumah kelas menengah dan kelas rumah subsidi, baik di ibukota maupun di daerah. Memang apabila dibandingkan dengan sebelum pandemi tentunya masih jauh, tetapi memasuki Q3 ini ada harapan membaik”. Lebih lanjut Totok mengatakan “Penurunan suku bunga BI diharapkan dapat memacu daya minat beli masyarakat pada sektor properti”.

Sementara Ikang Fawzi menambahkan mengenai perilaku masyarakat terhadap tren properti saat ini, “Adanya koreksi terhadap harga property, pemberian diskon dari pengembang dan tawaran paket pembiayaan yang menarik dari perbankan merupakan pilihan yang cukup menarik bagi masyarakat yang memang membutuhkan hunian untuk membeli rumah pada waktu dekat ini. Adanya penurunan suku bunga juga harus dimanfaatkan dengan baik tanpa menghilangkan unsur perhitungan cermat dan hemat di kala pandemi” lanjut Ikang.

Sementara itu, pada situasi pandemi ini juga berdampak pada meningkatnya intensi generasi milenial dan Z untuk memiliki hunian sendiri atau sekadar melakukan renovasi rumah. Hal ini berdasarkan survei dari Rumah.com Consumer Sentiment Study semester II-2020 mencatat 34 persen responden mencari hunian sendiri, sementara 25 persen responden lainnya berminat untuk merenovasi atau menggunakan kembali area tertentu di rumah mereka.

Penyelenggaraan PWF diharapkan dapat menjadi perantara antara masyarakat dengan developer untuk mencari properti idaman. Tren properti yang tidak pernah surut tiap tahunnya masih menarik perhatian masyarakat untuk menjadikannya sebagai instrumen investasi jangka panjang. PWF juga diharapkan dapat menggiatkan kembali perekonomian domestik, khususnya di sektor properti.





Diberdayakan oleh Blogger.