Halloween party ideas 2015


JAKARTA, GANLOP.COM - Tim kesehatan yang menangani pandemi virus Corona di Indonesia belum bisa beristirahat, karena masih terus terjadi peningkatan masyarakat yang positif terpapar Covid-19. Sampai tanggal 14 Juni 2020, data yang terpapar sudah sebanyak 38.277 jiwa, sementara yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 14.531, dan yang meninggal 2.134 jiwa (data dari Covid19.go.id).


Kondisi inilah yang menjadi perhatian penuh YUPI sebagai produsen gummy nomor satu di Indonesia.  Peningkatan yang akhirnya membuat kebutuhan akan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas kesehatan melonjak. Gubernur Jakarta, mengungkapkan kepada pers bahwa para petugas Puskesmas, laboratorium, termasuk petugas ambulance di wilayah DKI Jakarta memerlukan APD 10 ribu per hari.

Dengan tujuan membantu pengadaan APD, Yupi, sebagai brand gummy yang peduli, dalam kampanyenya “Yupi Support Heroes”, ikut bergerak membantu tim tenaga kesehatan yang menangani para pasien yang terpapar Covid-19 dengan cara mendonasikan APD kepada mereka.
Aksi sosial Yupi  ini fokus kepada para tenaga kesehatan di wilayah Penjaringan Jakarta Utara, dan bantuan berupa APD dan masker total sebanyak 600 buah ini langsung diserahkan YUPI kepada perwakilan dokter di RS Atmajaya.

“Memasuki New Normal saat ini, kita perlu tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan baru yang baik, di antaranya menggunakan masker bila keluar rumah, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Sangat penting pula untuk tetap mempertahankan happy mood agar kita kuat dan selalu bersikap positif segala hal,” ujar Juliwati Husman, Marketing & Sales Director dari PT Yupi Indo Jelly Gum.

Kampanye “Yupi Support Heroes” ini juga sekaligus menunjukkan komitmen Yupi  untuk secara berkesinambungan menyuarakan semangat positif dan peduli di kalangan penikmat gummy.

“Selama 22 tahun Yupi berkomitmen untuk memberikan energi positif bagi para penikmatnya. Melalui semangat kepedulian seperti ini kami ingin para pecinta Yupi dari dulu hingga kini dapat menyebarkan cinta dan kepedulian di lingkungan mereka berada,” pungkas Juliwati.

Diberdayakan oleh Blogger.