Halloween party ideas 2015


GANLOP.COM – Mesin cuci merupakan salah satu “atribut” penting dalam sebuah rumah. Namun banyak orang yang kurang memperhatikan kebersihannya.


Menjaga kebersihan mesin cuci bukan hanya berdampak pada kenyamanan pada saat penggunaan, tapi juga mencegah dari timbulnya bakteri berbahaya seperti E.Coli dan Salmonela yang dapat muncul jika perangkat tidak terjaga higenitasnya.

Selain itu, merawat mesin cuci dengan baik, juga berpengaruh pada daya tahan dan kinerja perangkat secara keseluruhan. Tentunya, kita ingin meminimalisir berbagai kerusakan yang mungkin terjadi, apalagi di tengah pembatasan sosial yang membuat kita perlu lebih berhati-hati agar mengurangi kontak dengan orang dari luar.

Beko, Europe’s number 1 freestanding home appliances brand, berbagi tips bagaimana cara merawat mesin cuci secara mandiri ketika #DiRumahAja. Tips ini disusun oleh tim Customer Care Beko Indonesia.

1.Cuci tabung bagian dalam mesin cuci
Setelah mencuci berbagai jenis pakaian kotor, tak jarang virus dan bakteri justru tertinggal di tabung mesin cuci. Karenanya, kebersihan bagian tabung mesin cuci perlu diperhatikan dengan seksama. Fitur Drum Clean yang terdapat pada mesin cuci front load Beko, membantu membersihkan serta membunuh kuman, bakteri dan virus yang kerap tertinggal pada tabung mesin cuci dengan mudah.

2.Bersihkan laci detergen dan filter mesin cuci secara teratur
Sisa-sisa detergen kerap tertinggal di laci penyimpanan. Sedangkan bagian filter, acap kali tersumbat oleh serat kain yang menempel. Jika dibiarkan, bakteri dapat berkembang biak dan kinerja mesin cuci pun ikut terhambat. Untuk membersihkan bagian ini, lepaskan laci tempat penyimpanan detergen dan filter mesin cuci, kemudian sikat dengan menggunakan sikat gigi bekas untuk menghilangkan sisa detergen dan serat kain, lalu bilas dan keringkan.


3.Pastikan pembuangan air tidak tersumbat.
Menjaga pembuangan air tidak tersumbat, berarti membantu mesin cuci agar dapat bekerja secara optimal. Bagi pemilik hewan peliharaan, kadang bulu bulu hewan menempel pada pakaian dan tertinggal di tabung mesin cuci. Bulu hewan peliharaan dapat membuat saluran pembuangan mesin cuci tersumbat dan dapat menghambat kinerja mesin cuci.

4.Hindari peletakkan mesin cuci di tempat yang lembab seperti kamar mandi.
Banyak sekali kesalahan yang dilakukan saat menaruh mesin cuci. Mesin cuci seharusnya tidak diletakkan di tempat lembap. Karena selain dapat merusak komponen mesin cuci sehingga menyebabkan karat, area yang lembap juga menjadi tempat berkembangbiaknya berbagai bakteri serta kuman penyebab penyakit.

5.Bersihkan karet pada bagian pintu mesin cuci.
Karet pada bagian pintu mesin cuci juga harus rutin di lap atau dikeringkan setelah pemakaian mesin cuci. Jika tidak dibersihkan, area ini sangat rentan muncul jamur dan menyebabkan bau tidak sedap. Selain itu bersihkan juga bagian luar mesin cuci. Bagian luar mesin cuci pun harus rajin kita bersihkan agar tidak kotor dan berdebu. Perhatikan juga kain yang digunakan. Hindari penggunaan kain basah karena dapat membuat mesin cuci konslet.


“Membersihkan mesin cuci sebaiknya dilakukan minimal 2x dalam sebulan setelah mesin cuci digunakan dengan kapasitas maksimum. Karena penting diingat, jika mesin cuci yang digunakan dirawat dengan baik, pakaian yang dicuci pun pastinya akan lebih terjaga kebersihannya,” jelas Tyo Sulistyo, Customer Care Manager Beko Indonesia.

Selain langkah perawatan yang tepat, kualitas kebersihan mencuci juga dapat ditingkatkan dengan dukungan teknologi yang terdapat pada perangkat mesin cuci. Teknologi Hygiene+ dengan sertifikasi Badan Allergy UK pada mesin cuci Beko, mampu menghilangkan 99.9% faktor alergi pada pencucian serta membantu memastikan pakaian bebas bakteri, dalam waktu yang lebih singkat.

Bukan hanya membantu menghilangkan bakteri, teknologi uap panas pada fitur SteamTherapy dan SteamCure juga mampu mengurangi kerutan pada pakaian sehingga dapat menghemat waktu pada saat menyetrika pakaian. Tidak perlu khawatir akan penggunaan listrik yang tinggi, ketika menggunakan fitur anti bakteri yang memanfaatkan air panas, karena mesin cuci front load Beko memiliki Energy Efficiency Class dengan rating A+++ yang mampu menghemat penggunaan energi dan air saat proses mencuci.


“Di tengah kondisi seperti saat ini, membiasakan gaya hidup yang bersih dan sehat menjadi sebuah keharusan, untuk melindungi diri dan orang terkasih. Mendukung anjuran pemerintah untuk membatasi aktivitas sosial secara langsung, layanan Customer Care Beko tetap siap melayani berbagai pertanyaan dan kebutuhan pelanggan seputar produk-produk Beko, melalui telpon bebas pulsa (0800-100-2356), atau chat via aplikasi whatsapp (0813-1000-2356) yang tersedia Senin – Jumat jam 08.00 – 18.00 dan Sabtu jam 08.00 – 13.00, kecuali hari minggu dan libur nasional. Namun, jika keadaan mendesak dan mengharuskan teknisi Beko untuk datang, kami memastikan teknisi kami dilengkapi dengan alat pelindung diri dan kebersihan yang dianjurkan, untuk memberi kenyamanan lebih pada para konsumen setia kami,” tambah Tyo.

Diberdayakan oleh Blogger.