Halloween party ideas 2015


GANLOP.COM – Memasuki industri 4.0 menuntut generasi muda untuk selalu memperkaya diri keahlian di bidang literasi digital yang berkembang cepat. Salah satunya dengan memperluas akses pembelajaran computer science yang kini sudah menjadi standar baru kurikulum internasional. Computer science tumbuhkan cara berpikir yang praktis, sistematis, kritis dan kreatif untuk menjadikan karya digital sebagai sebuah solusi dalam mengatasi issue sosial di masyarakat. Hal tersebut harus diterapkan sejak usia dini, khususnya untuk generasi alpha.


Coding menjadi bagian yang tak terpisahkan dari computer science. Melalui coding, kita dapat membuat aplikasi apa saja yang dapat membantu pekerjaan, hiburan, bahkan solusi mengatasi masalah sosial. Hari ini, Coding Bee Academy, sekolah coding khusus untuk anak berusia 5-17 tahun secara resmi membuka cabang pertamanya di kota Surabaya untuk memenuhi kebutuhan bagi wilayah Indonesia bagian Timur. Coding Bee Academy hadir untuk memperkenalkan cara membuat gim dengan bahasa pemrograman yang berlaku secara universal bagi anak-anak usia dini.

“Belajar coding sama halnya seperti belajar bahasa. Namun yang dihasilkan adalah piranti lunak atau aplikasi yang dapat membantu banyak pekerjaan di era digital ini. Dengan belajar coding anak-anak dipicu untuk lebih peka terhadap permasalahan di sekitarnya dan bagaimana aplikasi tersebut menjadi sebuah solusi. Anak-anak tidak lagi menjadi konsumen teknologi melainkan menjadi pencipta teknologi,” kata Eko Haripin, Founder Coding Bee Academy.


Coding Bee Academy adalah partner resmi Code.org, organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memperkenalkan kurikulum computer science kepada anak-anak sejak usia dini memulai inisiatifnya dari kota Jakarta. Coding Bee Academy mengaplikasikan K12 CS Frameworks yang merupakan kurikulum computer science di Amerika Serikat, kurikulum ini dirancang untuk memperkenalkan computer science lebih jauh kepada anak-anak bahkan sejak pendidikan dasar mereka.

“Sebagai orang tua dari generasi millenial, kami harus cermat memilih investasi pendidikan bagi anak-anak kami, terlebih akan banyak profesi baru dimasa depan yang dapat digantikan oleh komputer. Kemampuan membuat program atau coding menjadi keahlian dasar pada semua profesi dan industri. Coding akan menjadi game changer dalam mewujudkan ide kreatif dan orisinal dalam menembus industri digital di masa depan,” kata Husen Halim salah satu pengelola Coding Bee Academy di Surabaya yang juga orang tua dari siswa Coding Bee Academy di Jakarta.


Menawarkan metode pembelajaran dengan konsep fun dan exciting yang langsung diadaptasi dari Amerika Serikat dan Inggris, belajar coding tidak lagi sulit dan membosankan. Ada tiga tingkatan yang ditawarkan dimulai dari basic, intermediate, dan advance disesuaikan dengan perkembangan usia anak. 

Lebih dari 80 sekolah nasional dan internasional di Indonesia sudah bergabung dengan Coding Bee Academy dalam menerapkan coding sebagai materi pembelajaran dalam bentuk ekstrakurikuler, mata pelajaran, maupun workshop. Beberapa sekolah terkemuka itu diantaranya adalah Al-Azhar, BPK Penabur, IPEKA,  NationalHigh Jakarta School, Raffles Christian School, Singapore Intercultural School, dan lainnya.

Coding Bee Academy mencatat bahwa kini mereka mempunyai lebih dari 2000 murid yang aktif dan lebih dari 20.000 aplikasi maupun software yang sudah dihasilkan dari program ini. Untuk memperluas akses pembelajaran computer science, Coding Bee Academy juga mengadakan acara K12 Computer Science Education Fair. K12 Computer Science Education Fair dilaksanakan mulai dari 6-8 Maret 2020 di Emporium Pluit Mall, Jakarta.

Tidak hanya menghadirkan olimpiade coding untuk anak TK-SMA, acara ini juga menghadirkan Smart Talkshow mengenai pentingnya belajar coding untuk masa depan anak-anak. K12 Computer Science Education Fair didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini.

Diberdayakan oleh Blogger.