Halloween party ideas 2015

JAKARTA, GANLOP.COM - Wabah virus corona jenis Wuhan Virus (2019-nCov) terus meluas. Per 4 Februari 2020, secara global ada 20.630 orang yang terinfeksi 2019-nCov, dengan jumah kematian sebanyak 425 orang di China dan 1 orang diluar China.


WHO mengeluarkan panduan bagi masyarakat untuk mengurangi paparan dan transmisi penyakit/infeksi melalui personal hygiene (kebersihan diri) yaitu kebersihan tangan dan saluran pernafasan serta keamanan pangan.

Sejalan dengan panduan dari WHO, Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Dokter Paru Indonesia, didukung oleh Mundipharma Healthcare Indonesia, mengadakan media edukasi mengenai pentingnya kebersihan diri dan saluran pernapasan untuk cegah dan putus rantai infeksi virus corona.

Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Saat ini merebak pneumonia berat yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru, Novel Coronavirus (2019-nCOV).


Gejala infeksi virus ini adalah gangguan pernafasan, demam, batuk, napas pendek dan kesulitan bernafas. Pada kondisi kronik, infeksi dapat menyebabkan gangguan pernafasan akut, gagal ginjal dan kematian.

IDI dan PDPI memberikan rekomendasi terkait kebersihan diri untuk mencegah dan memutus rantai infeksi adalah dengan melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik serta mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik dan keringkan dengan handuk atau kertas. 

The Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) dan The US  Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan penggunaan sabun antiseptik untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan organisme dan mengurangi jumlah mikroba lebih lanjut.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Daeng M. Faqih, SH, MH mengatakan, “Situasi saat ini merupakan saat yang tepat untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan kesehatan diri, tanpa harus berlebihan. Pastikan mengikuti rekomendasi dari pihak yang tepercaya. IDI telah memberikan rekomendasi dalam menghadapi saat ini. Kunci utamanya adalah meningkatkan gaya hidup sehat dengan menjaga kebersihan tangan rutin, menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, konsumsi buah dan sayur minimal 3 kali perhari dan makan-makanan bergizi, serta segera mencari pertolongan ke RS/ fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas.”

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR mengatakan, “Jika pneumonia lain dapat dicegah dengan vaksinasi, seperti vaksin pneumokokus/PCV, vaksin penumokokus  PPSV23 dan vaksin Hib, pneumonia yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCOV) belum ada vaksinnya karena merupakan  coronavirus jenis baru. Sehingga upaya yang paling direkomendasikan saat ini adalah kebersihan diri dan mengikuti  travel advice yang disarankan oleh PDPI. ”

Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, DR. Dr. Erlina Burhan, Msc, SP.P(K) dalam paparannya menyampaikan, “Gejala yang ditimbulkan dari pneumonia yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCOV) hampir mirip dengan selesma/common cold dan influenza. Sakit kepala, batuk, dan bahkan menimbulkan sesak nafas yang dapat menyebabkan kematian. Virus ini disebarkan melalui kontak erat dan droplet atau cairan dari penderita. Daya jangkau cairan hanya 1 – 1,8 meter untuk bisa menularkan virus ini. Masa inkubasi (periode mulai individu terpapar virus hingga menunjukkan gejala klinis/keluhan) adalah 2 – 14 hari. Virus ini terhirup melalui hidung, kemudian saluran pernafasan atas dan paru-paru. Sehingga penting untuk menjaga kebersihan diri dan saluran pernapasan untuk cegah dan putus rantai infeksi virus corona. Hingga saat ini belum ada vaksin dan pengobatan khusus untuk menangani virus baru ini. Novel Coronavirus (2019-nCOV) ini memiliki struktur DNA /genetik yang hampir serupa dengan MERS dan SARS.”

Medical Director Mundipharma South East Asia, dr Murtaza Qasuri, mengatakan ”The Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) dan The US  Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan penggunaan sabun antiseptik untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan organisme dan mengurangi jumlah mikroba lebih lanjut.  Salah satu antiseptik, Povidone Iodine atau PVP-I, terbukti secara klinis memiliki spektrum luas terhadap virus, bakteri, dan kuman pathogen. 

Povidone Iodine merupakan antiseptik yang memiliki spektrum luas termasuk terhadap virus seperti corona : MERS-COV  dan SARS-COV . Dalam riset in vitro menunjukan  indikasi bahwa PVP-I skin cleanser 7,5% dan PVP-I Gargle and Mouthwash efektif melawan MERS CoV  dan SARS.

Lebih lanjut, Dr Murtaza menjelaskan, ”Dari riset tersebut menunjukkan jika infeksi virus seperti coronavirus (hCOV,  SARS-COV, dan MERS-COV) dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dengan cara :
a. Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun antiseptik yang mengandung povidone iodine dan atau dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol 70%,
b. Menjaga kebersihan saluran pernafasan salah satunya menggunakan preparat alami dengan kandungan iota caragenan yang memiliki efek antivirus,
c.  Menjaga kebersihan rongga mulut dan tenggorok dengan berkumur ( gargle ) menggunakan obat kumur antiseptik yang mengandung povidone iodine. 
Diberdayakan oleh Blogger.