Halloween party ideas 2015


GANLOP.COM – Belum lama ini Tetra Pak® Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Jakarta Timur, Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK), dan beberapa pemain industri makanan minuman seperti: PT. Sinar Sosro, PT. Ultra Jaya, dan PT. Indolakto menggelar acara bertajuk “Tetra Pak InspirACTion: One Act, One Pack For Our Earth and Society”.


Pada kesempatan tersebut secara resmi diumumkan juga keberhasilan program Tetra Pak InspirACTion yang berhasil mengumpulkan 1 juta kemasan karton bekas minum (used beverage carton/UBC) yang setara dengan 8 ton di sepuluh Sekolah Dasar (SD) dan sepuluh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta.

Kemasan karton bekas minum yang telah terkumpul tersebut, kemudian dimanfaatkan menjadi bahan bangunan di 2 perpustakaan baca di Sekolah Kami Bintara Jaya dan Sekolah Alam Matoa Depok, 30 bangku taman, dan 5 shelter di kawasan Banjir Kanal Timur, DKI Jakarta.

Michael Wu, Managing Director Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines, and Indonesia, menjelaskan, “kemasan karton menawarkan beragam manfaat dalam praktik ekonomi melingkar bagi masyarakat. Karakteristiknya diperoleh dari sumber daya alam terbarukan dan dikelola secara bertanggung jawab sampai pengumpulan terpilah paska konsumsinya untuk kemudian didaur ulang menjadi bahan baku kertas, papan partisi, dan atap gelombang merupakan bukti nyata bahwa kemasan ini dapat bermanfaat bagi keberlangsungan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Indonesia.” 

Kami senang dapat berkontribusi lebih terhadap masyarakat Indonesia dengan memberikan fasilitas umum berupa kursi taman dan shelter yang dibuat dari bahan baku hasil daur ulang kemasan karton bekas minuman.


Membuka kegiatan secara resmi, Rosa Vivien Ratnawati, SH, MSD, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Republik Indonesia menyebutkan, “Kami sangat mengapresiasi langkah nyata Tetra Pak dalam meningkatkan infrastruktur pengumpulan dan edukasi pengelolaan kemasan karton bekas minum dengan melibatkan para pemegang merk (brand owner) produsen manufaktur makanan dan minuman pada beberapa sekolah di Jakarta. Langkah ini kami nilai sebagai langkah nyata penerapan Peraturan Menteri LHK tentang peta jalan pengurangan sampah oleh produsen sebagai perwujudan tanggung jawab produsen dalam pengelolaan sampah barang dan kemasan yang berasal dari produk yang mereka hasilkan dan sejalan dengan Peraturan Presiden No. 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.”

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk terus  dilakukan mengingat kemasan karton bekas minum masih memiliki nilai ekonomi bagi ekosistem daur ulang di Indonesia karena sifatnya yang memiliki nilai tambah sehingga mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia.

“Pemberian 30 bangku taman dan 5 shelter di kawasan Banjir Kanal Timur DKI Jakarta oleh Tetra Pak Indonesia memberikan peluang bagi konsumen untuk secara langsung mempelajari dan merasakan manfaat dari produk yang merupakan hasil pengumpulan dan daur ulang dari kemasan karton bekas minum melalui kegiatan Tetra Pak InspirACTion. Kami harapkan kesadaran dan kepeduliaan warga sekitar juga akan bertumbuh usai secara langsung menyaksikan manfaat dari pengelolaan kemasan karton bekas minum oleh Tetra Pak Indonesia bersama Sinar Sosro, Ultra Jaya dan Indolakto,” ujar M. Anwar, S.Si M.AP, Walikota Jakarta Timur yang juga turut memberikan sambutan pada peresmian kegiatan Tetra Pak InspirACTion. 


“Program keberlanjutan perusahaan dalam komitmen daur ulang telah menjadi bagian dari operasi bisnis kami sejak tahun 2005, bersama BBPK pada waktu itu Tetra Pak telah menjalin kerjasama, dan kemudian berlanjut sampai dengan 5 mitra pengumpul pada saat ini di 7 provinsi dan 2 mitra pendaur. Dua tahun lalu, kami juga telah mendirikan perpustakaan berbahan dasar daur ulang di Cirebon. Hari ini Tetra Pak InspirACTion kami selenggarakan untuk menjawab kebutuhan edukasi konsumen, kolaborasi bersama pelaku industri makanan minuman dan pembangunan infrastruktur pengumpulan mulai dari calon pemimpin bangsa agar mereka bisa menjadi agen perubahan dan terlibat secara aktif dalam ekosistem daur ulang.” tutur Reza Andreanto selaku Head of Environment Tetra Pak Indonesia.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan manifestasi dan komitmen dari Tetra Pak Indonesia, pemerintah, dan brand owner yaitu pemain industri makanan minuman lainnya seperti Sinar Sosro, Ultra Jaya, Indolakto untuk meningkatkan kesadaran konsumen tentang pemilahan kemasan karton bekas minum sejak dari sumber.

Lebih lanjut untuk menjamin keberlanjutan kayu dan hutan, Tetra Pak Indonesia telah memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab seperti yang telah dibuktikan dengan sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC®) pada setiap label kemasan. Organisasi non-profil global tersebut mempromosikan pengelolaan hutan lestari secara bertanggng jawab melalui sertifikasi global.

Selain itu, kemasan karton bekas minuman Tetra Pak juga telah didaur ulang sebagaimana yang bisa dilihat dari hasil produk daur ulang seperti atap gelombang dan papan partisi yang berkualitas dari bahan PolyAl (Polymer dan Aluminum) untuk kemudian dimanfaatkan dalam pembuatan perpustakaan di kedua sekolah Bekasi dan Depok sebagai dinding dan atap. Produk lainnya yang dapat dimanfaatkan dari hasil daur ulang kemasan karton bekas minum adalah kertas daur ulang sebagai karya kreatif lain yang berwawasan lingkungan.

Pada tahun 2018 lalu, perusahaan telah berhasil mendaur ulang lebih dari 10,338 ton kemasan karton bekas minum. Pada tahun ini, Tetra Pak Indonesia berhasil berhasil menggandeng mitra pengumpul baru untuk wilayah Jawa Tengah & Yogyakarta, yaitu Bank Sampah Bina Usaha Mandiri, sehingga total telah ada 5 mitra pengumpul yang bertanggung jawab untuk wilayah Bali & Lombok (EcoBali Recycling), Jawa Timur & Madura (YAPSI), Jawa Barat (Waste4Change) dan Jabodetabek (Armada Kemasan Nusantara). Dengan demikian tingkat daur ulang ditargetkan naik mencapai 30% pada tahun 2020. 

Diberdayakan oleh Blogger.