Halloween party ideas 2015


GANLOP.COM - PT. Pintar Inovasi Digital melalui platform Asetku gencar melakukan inovasi guna memberikan jasa dan pelayanan terbaik kepada pengguna aplikasi.


Aplikasi yang menghubungkan antara pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower)berkualitas dari marketplace ini menyediakan produk pendanaan dengan jangka waktu yang lebih lama.

Andrisyah Tauladan, Direktur Asetku mengatakan dengan adanya beragam pilihan, pengguna dapat memilih produk pendanaan yang paling sesuai dan cocok dengan kebutuhannya masing-masing. Tiap produk tentunya memiliki dana awal, return rate, dan jangka waktu pendanaan yang berbeda yang dapat pengguna sesuaikan.


“Jangka waktu pendanaan yang kami punya sebelumnya singkat-singkat, namun kami melihat adanya kebutuhan maupun permintaan masyarakat, kini kami menyediakan produk dengan tenor yang lebih lama yaitu 2 bulan dan 3 bulan”

Pendanaan dengan jangka waktu lebih lama, tentu memberikan keuntungan yang lebih besar kepada pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman yang ingin mengembangkan dana menganggur dengan cara meminjamkan kepada peminjam yang telah terseleksi akan mendapatkan return ratepada pendanaan berjangka waktu 2 bulan sebesar 20% p.a dan 21% p.a untuk pendanaan berjangka waktu 3 bulan.

Bukan hanya memberikan pilihan pendanaan dengan jangka waktu yang bervariatif, Asetku juga berinovasi dalam mengembangkan user experience (UX)dan user interface (UI) pada aplikasi Asetku. Untuk meningkatkan kepuasan dan memaksimalkan pengalaman pengguna Asetku menambahkan fungsi-fungsi baru untuk mempermudah transaksi pengguna.


Asetku telah berhasil menyalurkan dana sebesar 4.2 Trilliun sejak berdiri hingga awal November 2019. Penyaluran dana kepada lebih dari 2 juta peminjam yang telah terseleksi melalui kerjasama dengan marketplaceseperti Akulaku dan Bukalapak.

“Kami melihat perkembangan penyaluran dana tiap bulan dari pemberi pinjaman Asetku kepada peminjam cukup memuaskan. Akhir tahun 2018, dana yang tersalurkan di bulan Desember sekitar 65 milliar, pada April 2019 sekitar 185 milliar, Agustus 2019 sekitar 700 milliar hingga Oktober 2019 mencapai 850 milliar”

Perkembangan penyaluran dana tersebut menunjukkan sudah semakin banyak masyarakat yang mengenal hingga melakukan transaksi pendanaan di fintech P2P lending khususnya Asetku. Di akhir Q4, Asetku menargetkan bisa menyalurkan total akumulasi dana sebesar 5 trilliun dan optimis dapat mencapai lebih jika melihat total pendanaan hingga bulan ini.

Dalam setahun terakhir Asetku aktif mengenalkan industri fintech P2P melalui sosialisasi di berbagai daerah di Indonesia salah satunya “Indonesia Fintech Show 2019” yang berlangsung selama tiga hari mulai 6-8 November 2019 di  Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Dalam acara tersebut, Asetku memberikan promo dan merchandise menarik yang sayang untuk dilewatkan. Acara ini menjadi wadah untuk menggali wawasan seputar Fintech P2P Lending khususnya Asetku. Andrisyah Tauladan, Direktur Asetku menjadi salah satu panelis di Panel Discussion: The Potential of Collaboration Peer-to-Peer Lending with Bank & E-Commerce.



Diberdayakan oleh Blogger.