Halloween party ideas 2015


GANLOP.COM – Mata adalah jendela dunia. Otak manusia memperoleh hampir 83% informasi melalui indera penglihatan. Memiliki penglihatan yang baik untuk dapat melihat indahnya dunia merupakan dambaan setiap orang. Hanya saja, tidak setiap orang mendapatkannya, karena ada yang mengalami kelainan penglihatan seperti minus, plus dan silinder. Mereka bergantung pada kacamata atau lensa kontak untuk melihat dengan baik. Namun, ketergantungan pada alat bantu optik tersebut dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan aktifitas mereka.



JEC sebagai pionir bedah LASIK di Indonesia yang telah melakukan prosedur Laser Vision Correction sebanyak kurang lebih 30.000 tindakan sejak tahun 1997. Setelah Z2-LASIK menjadi unggulan bedah refraktif di JEC @ Menteng sejak 2014, kini JEC melakukan rejuvenation dengan teknologi terbaru CoZi LASIK.

Metode LASIK terbaru di JEC ini hadir dengan inovasi sistem excimer laser berkecepatan tinggi dengan mesin Allegreto Wavelight Ex500 Hz yang dikolaborasikan dengan mesin Ziemer 2 2500 Hz (Femtosecond Laser). Kombinasi tersebut membuat CoZi LASIK memiliki kecepatan tertinggi dari semua jenis excimer laser yang ada di dunia saat ini.


“Saat ini prosedur LASIK sudah jauh lebih mudah dan prosesnya memakan waktu lebih cepat. Teknik ini berlangsung hanya dalam hitungan detik dan memberikan kenyamanan setelah tindakan tanpa rasa sakit,” tutur Dr. Setiyo Budi Riyanto, Direktur Utama Jakarta Eye Center (JEC) Menteng.

“Pada teknologi LASIK sebelumnya, kami harus melakukan pengikisan kornea 12 micron untuk koreksi 1 dioptri. Sedangkan dengan CoZi LASIK, koreksi 1 dioptri hanya perlu mengikis kornea 6 micron; sehingga kami dapat melakukan koreksi penglihatan bagi pasien dengan minus maksimum -14 dioptri dan silinder maksimum 5.”


LASIK memiliki dua tahapan untuk mengoreksi  kelainan refraksi. Pertama, dengan pembuatan flap di lapisan stroma kornea dan menggunakan femtosecond laser. Kedua, setelah flap dibuka dilakukan penyinaran laser pada bagian dalam kornea untuk mengubah bentuk kornea dengan menggunakan excimer laser.

Adapun tujuannya adalah untuk mengoreksi kelainan refraksi (minus, plus atau silinder) dengan menggunakan Allegreto Wavelight Ex500 Hz. Excimer Laser bertujuan untuk membentuk permukaan kornea yang baru. Kemudian setelah penyinaran selesai flap dikembalikan ke posisi semula. Dalam waktu kurang dari 3 menit flap akan melekat dengan sendirinya tanpa perlu dijahit.

“Setelah tindakan dengan teknologi CoZi LASIK, pasien sudah dapat mengendarai kendaraan, bekerja dan beraktivitas fisik seperti biasa tanpa menggunakan kacamata atau lensa kontak”, tambah Setiyo Budi Riyanto.

Metode koreksi penglihatan dengan LASIK relatif aman, JEC mengharuskan pasien yang akan melakukan tindakan LASIK untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata LASIK guna mendapatkan penjelasan dan arahan yang sesuai dengan kondisi penglihatan pasien. Selain itu, JEC juga mensyaratkan beberapa hal, yaitu: berusia minimal 18 tahun, kondisi kedua mata harus dalam keadaan sehat, bagi pengguna soft contact lens harus melepasnya selama 14 hari, sedang pengguna hard contact lens selama 30 hari sebelum tindakan LASIK, dan khusus pasien perempuan tidak dalam kondisi sedang hamil atau menyusui.

Diberdayakan oleh Blogger.